INOVASI TEKNOLOGI SPESIFIK LOKASI TERHADAP HASIL DAN PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN

Agus, Supriyo and Joko, Triastono (2020) INOVASI TEKNOLOGI SPESIFIK LOKASI TERHADAP HASIL DAN PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN. PROSIDING SEMNAS PERTANIAN 2020.

[img] Text (Cover)
0. Cover+Daftar Isi.pdf

Download (1MB)
[img] Text (Full Paper)
24_Agus Supriyo.pdf

Download (532kB)

Abstract

Keragaman agroekosistem memerlukan inovasi teknologi spesifik lokasi, melalui penerapan PTT Kedelai dengan memilih komponen teknologi yang mempunyai titik ungkit untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian di lahan petani (on farm research) dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh informasi keragaan komponen teknologi PTT kedelai terpilih terhadap peningkatan hasil dan kelayakan teknologi tersebut. Penelitian dilaksanakan dilaksanakan lahan petani (“on farm research”) pada agroekosistem lahan sawah tadah hujan di Desa Nambuhan Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan pada awal musim hujan 2015/2016 (Oktober 2015 – Januari 2016). seluas 50 ha melibatkan sekitar 150 petani binaan (koperator) dalam bentuk “Denfarm” satu hamparan luas. Kelompok tani koperator (petani binaan) menerapkan rakitan komponen teknologi PTT Kedelai yang di uji dalam skala hamparan. Metode yang digunakan adalah “With” dan “With out”. Petani koperator menerapkan Komponen teknologi PTT kedelai yang diuji terdiri atas (a) Benih var. Grobogan (Kelas SS), (b) Penetapan waktu tanam (berdasarkan kedalaman tanah yang basah 6 – 10 dari permukaan tanah (c) Pengaturan populasi dengan jarak tanam 40 cm x 10 cm, 2 biji/dapur, (d). Pengaturan saluran drainase dengan jarak antar saluran 4 – 5 meter, dengan dimensi lebar 30 cm dan kedelaman 40 cm, (e) Pengendalian OPT berdasarkan jumlah OPT per rumpun dan aplikasi pestisida meupakan alternatif akhir (f). Takaran pupuk (50 urea + 150 kg Phonska) kg/ha diberikan dengan dilarik-benamkan disamping barisan tanaman. Penggunaan 3 ton pupuk organik/ha (untuk menutup lobang tanaman) dan Pupuk MKP (Mono Kalium Phosfat) dilarutkan 2 kg/ha, sebagai pembanding dipilih 50 petani non koperator disekitar lokasi denfarm dengan menggunakan teknologi budidaya kedelai eksisting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) penerapan komponen PTT kedelai yang diuji dapat memperoleh rerata hasil kedelai sebesar 3.124 ton/ha atau meningkat 12,6 % di atas hasil dengan teknologi budidaya eksisting (2.774 t/ha) dan meningkatkan pendapatan petani sebesar Rp 1.968.600,- per ha atau 27,36 % diatas pendapatan usahatani budidaaya eksisting. (b). Penerapan komponen teknologi PTT Kedelai mempunyai tingkat efisien usahatani lebih tinggi dibanding dengan teknologi budidaya petani dengan indikator nilai tambahan nisbah keuntungan/biaya (MBCR) PTT Kedelai sebesar 3,28. Artinya bahwa setiap Rp 1.000 tambahan biaya produksi yang dikeluarkan untuk teknologi PTT Kedelai akan diperoleh tambahan penerimaan sebesar Rp 2.281,- sehingga penerapan komponen teknologi PTT Kedelai dapat memberikan tambahan pendapatan walaupun dengan penambahan biaya produksi dibanding teknologi petani.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: teknologi spesifik lokasi, kedelai, tadah hujan
Subjects: Seminar Nasional
Divisions: Seminar Nasional > PERTANIAN > 2020
Depositing User: Super Admin Digilib
Date Deposited: 20 Nov 2020 02:23
Last Modified: 20 Nov 2020 02:23
URI: http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/991

Actions (login required)

View Item View Item