TATA NIAGA SAYURAN DATARAN TINGGI BERBASIS STRUCTURE CONDUCT PERFORMANCE (SCP) PADA KELEMBAGAAN SUB TERMINAL AGRIBISNIS (STA)

Pujiharto, Pujiharto and Sri, Wahyuni (2014) TATA NIAGA SAYURAN DATARAN TINGGI BERBASIS STRUCTURE CONDUCT PERFORMANCE (SCP) PADA KELEMBAGAAN SUB TERMINAL AGRIBISNIS (STA). ARTIKEL PROSIDING.

[img] Text (Full Paper)
Prosiding - TATA NIAGA SAYURAN DATARAN TINGGI BERBASIS.pdf

Download (563kB)
[img] Text (Similiarity)
TATA_NIAGA_SAYURAN_DATARAN_TINGGI_BERBASIS_STRUCTU.pdf

Download (2MB)

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah: (1). terdeskripsinya stakeholder yang terlibat dalam tataniaga sayuran dataran tinggi; (2). terdeskripsinya kinerja kelembagaan STA dalam tataniaga sayuran dataran tinggi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif-kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan secara purposive di sentra produksi sayuran dataran tinggi meliputi tiga kabupaten yaitu Banjarnegara, Wonosobo dan Temanggung dan dua STA yaitu Jakabaya dan Kejajar. Pengambilan data dilakukan melalui survey, observasi dan Focus Group Discussion (FGD). Unit analisis adalah petani, pedagang dan pengelola STA. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kuantitatif, faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan STA oleh petani dianalisis dengan binary logit, kinerja STA di analisis dengan pendekatan structure-conduct-performance (SCP). Hasil penelitian adalah stakeholder yang terlibat dalam tataniaga sayuran dataran tinggi adalah petani sayuran, pedagang pengumpul, pedagang besar dan pedagang pengecer. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan STA oleh petani adalah umur petani, volume sayuran dataran tinggi yang diproduksi, jarak lahan tanam dengan STA dan frekuansi penyuluhan. Struktur pasar yang terjadi pada tataniaga sayuran dataran tinggi di STA adalah struktur pasar terdapat beberapa pembeli (strongly oligopsonist market structure). Perilaku pasar yang berhubungan dengan lembaga tataniaga yang ada meliputi perilaku dalam sistem pembentukkan harga, kontrak dan kolusi/kerjasama antar lembaga pemasaran. Kinerja pasar meliputi profit marjin petani memiliki keuntungan yang terkecil diikuti pedagang pengumpul dan pedagang besar. Farmer’s share yang diperoleh petani (16,32%). Elastistas transmisi harga sayuran dataran tinggi efisien karena perubahan harga ditingkat konsumen ditransmisikan sempurna ke petani sebagai produsen.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: model pengembangan tataniaga, sayuran dataran tinggi, sub terminal agribisnis (STA)
Subjects: Artikel Prosiding
Divisions: Artikel Prosiding
Depositing User: Super Admin Digilib
Date Deposited: 09 Jul 2020 02:47
Last Modified: 09 Jul 2020 02:47
URI: http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/725

Actions (login required)

View Item View Item