Juri, Juswadi (2016) KERAGAAN PRODUKSI JAGUNG DAN UMBI-UMBIAN, SERTA PERANANNYA DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA. PROSIDING SEMNAS PERTANIAN 2016.
|
Text (Cover dan Daftar Isi)
Cover dan Daftar Isi.pdf Download (311kB) |
|
|
Text (Full Paper)
36. Juri Juswadi.pdf Download (188kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan produksi jagung dan umbiumbian Indonesia, keterkaitan ke depan antara sektor jagung dan sektor umbiumbian dengan sektor-sektor agroindustri, dan keterkaitan ke depan antara sektorsektor input pertanian dengan sektor jagung dan sektor umbi -umbian. Melalui penelitian ini dapat diketahui perkembangan produksi jagung dan umbi-umbian, peran komoditas jagung dan umbi-umbian sebagai input agroindustri dan pendorong peningkatan output industri input pertanian dalam perekonomian Indonesia. Keragaan produksi umbi-umbian dan jagung didasarkan pada data BPS Indonesia, sedangkan analisis keterkaitan antar sektor menggunakan pendekatan Tabel InputOutput Indonesia Tahun 1985-2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi jagung meningkat 91,24% selama priode 2000-2013, dengan pertumbuhan rata-rata 5,22% per tahun. Produksi umbi-umbian terdiri dari ubi kayu meningkat 27,44% selama periode 2000-2013 dengan rata-rata pertumbuhan 2,91% per tahun, dan ubi jalar meningkat 30,59% dengan rata-rata 2,18% per tahun. Output domestik sektor jagung meningkat dari Rp.855.554 juta pada tahun 1985 menjadi Rp.74.817.036 juta pada tahun 2008 dan sektor umbi-umbian meningkat dari Rp.1.798.023 juta pada tahun 2000 menjadi Rp.29.209.547 juta pada tahun 2008. Transaksi baris sektor jagung dan umbi-umbian mengalami peningkatan yang berarti selama periode 1985-2008, yaitu dari enam transaksi menjadi 14 transaksi. Artinya komoditas jagung dan umbi-umbian semakin banyak digunakan oleh berbagai jenis agroindustri. Rata-rata keterkaitan langsung ke depan antara sektorsektor input pertanian dengan sektor jagung dan umbi-umbian nilainya lemah (<0,025), menunjukkan kontribusi output sektor-sektor input pertanian sebagai input antara sektor jagung dan umbi-umbian masih rendah. Terjadi peningkatan keterkaitan langsung ke depan antara sektor jagung dengan sektor agroindustri dari 0,188 menjadi 0,258 pada periode 2005-2008, menunjukkan terjadi peningkatan kontribusi sektor jagung sebagai input antara bagi sektor-sektor agroindustri, sedangkan pada sektor umbi-umbian tidak terjadi peningkatan.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | produksi jagung, produksi umbi-umbian, keterkaitan langsung ke depan |
| Subjects: | Seminar Nasional |
| Divisions: | Seminar Nasional > PERTANIAN > 2016 |
| Depositing User: | Super Admin Digilib |
| Date Deposited: | 06 May 2020 04:01 |
| Last Modified: | 06 May 2020 04:01 |
| URI: | http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/602 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
