Iis, Nafisah and Puji, Lestari and Sumarlam, Sumarlam (2017) PEMEROLEHAN BAHASA INDONESIA ANAK USIA 9-10 (STUDI KASUS DI SDN TUGU SURAKARTA). PROSIDING SEMINAR NASIONAL BAHASA DAN SASTRA INDONESIA 2017.
|
Text (COVER)
COVER DAN DAFTAR ISI.pdf Download (540kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
10. PEMEROLEHAN BAHASA INDONESIA ANAK USIA 9-10 (STUDI KASUS DI SDN TUGU SURAKARTA).pdf Download (359kB) |
Abstract
Sekolah Dasar sebagai pusat pendidikan, bukan hanya menitikberatkan pada kemampuan kognitif, tetapi lebih banyak kepada pembentukan kemampuan afektif dan psikomotor. Di Sekolah Dasar, peserta didik mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan akhlak mulia. Baik di dalam kelas maupun di luar kelas, potensi setiap peserta didik perlu digali dengan bantuan guru. Seperti halnya dengan potensi peserta didik dalam menggunakan bahasa Indonesia ketika proses pembelajaran. Penggunaan Bahasa Indonesia belum begitu diutamakan, pembelajaran masih menggunakan bahasa pertama, yaitu Bahasa Jawa. Guru menjadi salah satu faktor penyebab kurangnya peserta didik mengembangkan B2. Dari hal tersebut gaya mengajar yang otoriter juga menyebabkan peserta didik kurang mengembangkan B2. Akibatnya, peserta didik tidak memiliki kepercayaan diri untuk mengungkapkan gagasan atau ide, suasana kelas menjadi sangat pasif, dan guru lebih mendominasi dari peserta didik. Makalah ini mendeskripsikan bagaimana pemerolehan B2 anak usia 9-10 tahun yang ditentukan oleh guru, dan bagaimana gaya mengajar guru yang menentukan rasa percaya diri peserta didik dalam mengemukakan gagasan saat porses pembelajaran. Makalah ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam dengan guru bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sebagai penentu keberhasilan belajar peserta didik belum mampu mengembangkan potensi anak, baik dalam penggunaan B2, maupun potensi anak mengemukakan gagasan atau ide yang menyebabkan suasana kelas menjadi kurang hidup.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Masalah Pemerolehan Bahasa Kedua, Faktor Guru, Siswa Pasif |
| Subjects: | Seminar Nasional |
| Divisions: | Seminar Nasional > PBSI |
| Depositing User: | Super Admin Digilib |
| Date Deposited: | 03 May 2019 03:33 |
| Last Modified: | 03 May 2019 03:33 |
| URI: | http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/243 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
