Analisis Bahaya Banjir Sungai Cidurian terhadap Lahan Sawah Padi dengan Pendekatan Persepsi Masyarakat dan Bentuk Lahan (Kasus di Desa Renged Kecamatan Binuang Kabupaten Serang Banten)

Dahlia, Siti and Rosyidin, Wira Fazri (2016) Analisis Bahaya Banjir Sungai Cidurian terhadap Lahan Sawah Padi dengan Pendekatan Persepsi Masyarakat dan Bentuk Lahan (Kasus di Desa Renged Kecamatan Binuang Kabupaten Serang Banten). Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Geografi FKIP UMP 2016.

[img] Text (Cover, Prakata, Daftar Isi)
0. Cover, Prakata, Daftar Isi.pdf

Download (353kB)
[img] Text (Full Text)
17. Siti Dahlia.pdf

Download (1MB)

Abstract

Desa Renged Kecamatan Binuang Kabupaten Serang Provinsi Banten, merupakan salah satu desa yang rawan banjir luapan Sungai Cidurian di Kabupaten Serang. Kondisi ekonomi masyarakat setempat sebagian besar dipengaruhi oleh sektor pertanian, yaitu padi sawah. Peristiwa banjir besar dalam 21 tahun terakhir terjadi tahun 1994, 2001, dan 2013, yang mengakibatkan gagal panen bagi petani. Tujuan penelitian ini yaitu: menganalisis bahaya banjir daerah penelitian berdasarkan data kejadian banjir tahun 1994, 2001, dan 2013, dengan menggunakan pendekatan persepsi masyarakat dan bentuklahan. Analisis penelitian dibangun secara kualitatif dan kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan persepsi masyarakat dan bentuklahan. Metode analisis data yang digunakan yaitu interpolasi dan skoring. Metode penentuan sampel responden dan lokasi yaitu purposive sampling. Metode pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, kuesioner, dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahaya banjir wilayah penelitian terdiri atas: bahaya tinggi dengan luas 161,20 ha, bahaya sedang dengan luas 189,70 ha, dan bahaya rendah dengan luas 120,77 ha. Bahaya banjir kelas tinggi terdapat pada satuan bentuklahan dataran banjir yang berasosiasi dengan Sungai Cidurian, aliran sungai mati, dan dataran aluvial yang berasosiasi dengan saluran irigasi. Bahaya banjir kelas sedang terdapat pada satuan bentuklahan dataran banjir yang berasosiasi dengan aliran sungai mati, dan dataran aluvial. Bahaya banjir kelas rendah terdapat pada satuan bentuklahan dataran aluvial antropogenik, tanggul alam, dan sebagian dataran aluvial. Sebagian besar lahan sawah padi wilayah penelitian, berada pada kelas bahaya banjir sedang sampai tinggi.

Item Type: Article
Subjects: Seminar Nasional
Divisions: Seminar Nasional > GEOGRAFI > 2016
Depositing User: Super Admin Digilib
Date Deposited: 22 Aug 2022 03:02
Last Modified: 22 Aug 2022 03:02
URI: http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/1201

Actions (login required)

View Item View Item