Angin, Ignasius Suban and Sunimbar, Sunimbar (2016) Mitigasi Bencana Gempa Bumi Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Tanaai Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Geografi FKIP UMP 2016.
|
Text (Cover, Prakata, Daftar Isi)
0. Cover, Prakata, Daftar Isi.pdf Download (353kB) |
|
|
Text (Full Text)
15. Ignasius Suban Angin.pdf Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengetahuan lokal masyarakat Tanaai tentang gempabumi, pengalaman masyarakat Tanaaii dalam menghadapi gempabumi, pengetahuan dan pengalaman masyarakat Tanaai dalam mitigasi bencana gempabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang difokuskan pada penggalian informasi tentang pengetahuan dan pengalaman masyarakat Tanaai di Kabupaten Sikka dalam menghadapi bencana gempabumi. Penelitian ini dilakukan di dua tempat, yaitu di Desa Nebe dan Desa Talibura kecamatan Talibura Kabupaten Sikka. Dalam penelitian ini dilibatkan 20 orang sebagai informan; yang ditentukan dengan cara bola salju (snow ball) dan disertai dengan kesediaan mereka terlibat dalam penelitian ini. Penentuan informan bola salju ini dimulai dengan menentukan satu atau beberapa orang untuk diwawancarai. Informan tersebut berperan sebagai titik awal pemilihan informan. Informan selanjutnya ditetapkan berdasarkan petunjuk dari informan sebelumnya. Petunjuk tersebut diberikan menyangkut mereka yang dapat memberikan informasi mengenai gempabumi, bencana gempabumi, kearifan lokal dalam mitigasi bencana gempabumi. Informan ditetapkan 20 orang, terdiri dari 10 informan dari Desa Nebe, dan 10 informan dari Desa Talibura. Kedua desa ini berada di utara Pulau Flores, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, yang hancur akibat gempabumi dan tsunami Pulau Flores tahun 1992. Data dan informasi tentang mitos, teriakan orang Tanaai ketika sedang terjadi goncangan gempabumi, pengetahun, pengalaman, serta pengetahuan dan pengalaman masyarakat dalam mitigasi bencana gempabumi, dianalisis secara deskriptif interpretatif. Dengan analisis deskriptif interpretatif, dapat ditemukan pengetahun, pengalaman, serta pengetahuan dan pengalaman masyarakat Tanaai di Kabupaten Sikka mengenai mitigasi bencana gempabumi. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, masyarakat Tanaai tidak memiliki pengetahuan tentang gempabumi, mereka hanya memiliki mitos tentang gempabumi. Mitos bagi mereka adalah untuk mendekatkan warga masyarakat pada inti kehidupannya atau pada jatidirinya yang sejati; berkat mitos, setiap warga akan dapat bertemu, dengan dirinya sendiri yang khas, sekaligus pada saat yang sama pula mereka akan berjumpa dengan manusia sesama juga alam semesta, dan Yang Ilahi. Mitos memberi inspirasi kepada manusia untuk memelihara serta mengembangkan sebuah keserasian hidup bersama dalam tatanan masyarakat: antara makrokosmos, mikro-kosmos dan Yang Tak Kelihatan. Kedua, pengalaman masyarakat Tanaaii dalam menghadapi bencana gempabumi, mereka menggunakan kearifan lokal, berteriak ketika berlangsung gempa ami norang. Perasaan senasiblah yang menggerakkan manusia untuk sadar akan makna kolektivitasnya sebagai makluk sosial. Dalam hal ini, gempa yang meluluhlantakan kehidupan masyarakat silam telah menyemaikan benih solidaritas dan kesetiakawanan. Ketiga, masyarakat Tanaai tidak memiliki pengetahuan tentang mitigasi bencana gempabumi, pengalamannya adalah dengan menggunakan kearifan lokal.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Seminar Nasional |
| Divisions: | Seminar Nasional > GEOGRAFI > 2016 |
| Depositing User: | Super Admin Digilib |
| Date Deposited: | 22 Aug 2022 02:53 |
| Last Modified: | 22 Aug 2022 02:53 |
| URI: | http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/1199 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
