MEKANISME KATEGORISASI RAGAM KEBUTUHAN STRATEGIS UNTUK REKONSTRUKSI PEMBERDAYAAN PARTISIPATIF PETANI TUNAKISMA MELALUI PENGUATAN KOHESI SOSIAL

Dumasari, Dumasari and Budi, Dharmawan (2020) MEKANISME KATEGORISASI RAGAM KEBUTUHAN STRATEGIS UNTUK REKONSTRUKSI PEMBERDAYAAN PARTISIPATIF PETANI TUNAKISMA MELALUI PENGUATAN KOHESI SOSIAL. HAKI.

[img] Text (SERTIFIKAT HAKI)
1. Sertifikat HAKI Mekanisme Kategorisasi Ragam Kebutuhan Strategis untuk Rekonstruksi Pemberdayaan Partisipatif Petani Tunakisma Melalui Penguatan Kohesi Sosial.pdf

Download (193kB)
[img] Text (DOKUMEN HAKI)
2. Dokumen HAKI Mekanisme Kategorisasi Ragam Kebutuhan Strategis untuk Rekonstruksi Pemberdayaan Partisipatif Petani Tunakisma Melalui Penguatan Kohesi Sosial.pdf

Download (537kB)
[img] Text (SIMILARITY)
Similarity - Mekanisme Kategorisasi Ragam Kebutuhan Strategis untuk Rekonstruksi Pemberdayaan Partisipatif Petani Tunakisma Melalui Penguatan Kohesi Sosial.pdf

Download (2MB)

Abstract

Kohesi sosial merupakan suatu bentuk energi potensial yang dapat menggerakkan partisipasi masyarakat termasuk warga petani tunakisma aktif dalam berbagai upaya pemberdayaan partispatif di pedesaan. Pemberdayaan partisipatif bagi petani tidak terkecuali yang berstatus tunakisma adalah salah satu prioritas pembangunan nasional berkelanjutan dan berkeadilan. Oleh karena itu, setiap pemberdayaan partisipatif perlu dikembangkan secara terencana dan sistematis oleh pemerintah bersama petani dan pihak terkait lain. Nilai urgensi pemberdayaan partisipatif petani dilatarbelakangi kondisi capaian hasil implementasi pembangunan masyarakat petani yang masih kurang optimal. Laporan Badan Pusat Statistik pada Tahun 2019 menunjukkan dari 25,14 juta orang (9,41 persen) penduduk miskin Indonesia ternyata 15,15 juta tinggal di pedesaan dan mayoritas (> 50 persen) sebagai petani kecil tunakisma atau tak berlahan dan nelayan tradisional. Kerentanan petani tak berlahan terjerat kemiskinan diakibatkan tekanan beberapa faktor penyebab dominan: Kualitas sumberdaya lemah dan lingkungan sosiokultural ekonomi tidak kondusif (Dumasari and Watemin 2013; Ofuoku and Ekorhi-Robinson 2018; Dumasari, et al., 2019). Padahal secara teoritis posisi petani pada pemberdayaan partisipatif sebagai human driven.

Item Type: Article
Subjects: Buku / HAKI
Divisions: Buku / HAKI
Depositing User: Super Admin Digilib
Date Deposited: 04 Sep 2020 08:07
Last Modified: 07 Dec 2021 00:51
URI: http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/833

Actions (login required)

View Item View Item