<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PEMBAGIAN TINGKAT KERAWANAN TINDAK PIDANA&#13;
KEHUTANAN BERDASARKAN ZONA DI TAMAN &#13;
NASIONAL MERU BETIRI TAHUN 2018</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rahmawati</mods:namePart><mods:namePart type="family">Arfita</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Indonesia memiliki 54 taman nasional yang tersebar di berbagai wilayah. Salah satu&#13;
taman nasional di Indonesia yaitu Taman Nasional Meru Betiri. Taman Nasional Meru&#13;
Betiri memiliki fungsi sebagai pelestarian ekosistem alam dengan pembagian system&#13;
zonasi. Berdasarkan surat keputusan Direktorat Jenderal KSDAE Nomor &#13;
SK.382/KSDAE/SET/KSA.0/9/2016 tanggal 30 September 2016 diketahui terdapat 6&#13;
pembagian zona di Taman Nasional Meru Betiri yaitu zona inti, zona rimba, zona khusus,&#13;
zona pemanfaatan, zona rehabilitasi, dan zona tradisional dengan total luas 52.626,04&#13;
hektar. Dari data tindak pidana kehutanan yang terjadi di Taman Nasional Meru Betiri&#13;
seperti pembalakan liar, perburuan liar, penambangan illegal, dan perambahan dapat&#13;
menganggu fungsi dari pembagian zona tersebut. Tujuan dari penelitian untuk&#13;
mengetahui pembagian tingkat kerawanan tindak pidana kehutanan tiap zona di Taman&#13;
Nasional Meru Betiri sehingga dapat diberikan arahan penanggulangannya. Penelitian ini&#13;
menggunakan peta dasar citra yang diolah dengan peta pembagian kelas zonasi dan data&#13;
kejadian tindak pidana kehutanan selama tahun 2017. Selanjutnya dilakukan analisis&#13;
kernel density menggunakan software arc.gis 10.2. Penelitian ini menggunakan&#13;
pembagian 3 kelas tingkat kerawanan, yaitu tingkat kerawanan rendah, tingkat kerawanan&#13;
sedang, dan tingkat kerawanan tinggi.untuk selanjutnya dilakukan overlay dengan&#13;
pembagian zona di Taman Nasional Meru Betiri untuk disajikan dalam bentuk peta.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian berupa peta yang dihasilkan dapat diketahui tingkat&#13;
kerawanan dengan kejadian tindak pidana kehutanan paling tinggi terdapat di zona inti&#13;
dengan luas 2.839,692 hektar . Untuk tingkat kerawanan rendah teletak di zona&#13;
tradisional dengan luas 106,3 hektar.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Seminar Nasional</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2019-11-22</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>