OPTIMALISASI SUMBERDAYA LOKAL DENGAN MENGANGKAT KEDELAI DOMESTIK

Fachrur, Rozi (2019) OPTIMALISASI SUMBERDAYA LOKAL DENGAN MENGANGKAT KEDELAI DOMESTIK. PROSIDING SEMNAS PERTANIAN 2019.

[img] Text (Cover dan Daftar Isi)
Cover dan Daftar Isi.pdf

Download (7MB)
[img] Text (Full Paper)
R1_04. Fachrur Rozi_Optimalisasi SDL dg kedelai domestik_90-94.pdf

Download (624kB)

Abstract

Kedelai domestik dirasa semakin lama semakin ditinggalkan oleh pengguna kedelai baik produsen (petani) maupun konsumen terbesar kedelai ( perajin tahu dan tempe). Membanjirnya kedelai impor menjadi penyebab utama terpuruknya kedelai lokal (domestik). Dilihat dari aspek pengguna kedelai terbesar yaitu perajin tahu dan tempe, penggunaan bahan baku kedelai impor ‘mudah dan murah’ dalam pengadaannya. Sementara konsumen akhir produk kedelai sebagai penikmat tahu dan tempe adalah konsumen buta bahan baku (blind consumer). Artinya konsumen acuh dan tidak mau tahu asal makanan ‘favorit’ nya terbuat dari kedelai lokal atau terbuat dari kedelai impor. Karena dari segi rasa atau taste tidak banyak berbeda setelah tersaji menjadi tempe atau tahu. Kenyataan yang kita lihat saat ini, areal penanaman kedelai semakin tahun menurun dalam periode 25 tahun terakhir. Banyak program pemerintah dicanangkan untuk mendongkrak dan merangsang petani dalam peningkatan areal tanam bahkan berulangkali diprogramkan swasembada kedelai tetapi hasilnya belum menggembirakan. Sementara permintaan kedelai semakin tahun semakin meningkat. Sekedar gambaran kebutuhan untuk tahun 2019 sudah pada tingkat kisaran kurang lebih 3 juta ton. Sementara produksi kedelai lokal atau domestik berkisar maksimal 500-600 ribu ton, sisanya untuk mencukupi tentunya dipenuhi dari mengimpor. Bagimana untuk melawan kedelai impor, ini menjadi pemikiran kita bersama. Di dunia internasional, komoditas kedelai tidak hanya semata-mata ditempatkan sebagai bahan pangan, namun mengalami peningkatan fungsi dengan telah diposisikan sebagai bahan pangan menyehatkan dan menjadi sumber pangan fungsional (functional food) yang sangat prospektif. Edukasi kepada masyarakat untuk memilih tempe dan tahu yang menyehatkan dengan menggunakan kedelai lokal (domestik) non GMO. Produk yang menangkal radikal bebas ini akan terbentuk dalam waktu lama di tubuh kita. Selektivitas makanan pendamping tempe dan tahu dari kedelai domestik seperti kedelai varietas unggul devon ini perlu diviralkan melalui berbagai media agar terbentuk opini di masyarakat secara masif.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: sumberdaya lokal, mengangkat, kedelai, domestik
Subjects: Seminar Nasional
Divisions: Seminar Nasional > PERTANIAN > 2019
Depositing User: Super Admin Digilib
Date Deposited: 10 May 2020 08:25
Last Modified: 10 May 2020 08:25
URI: http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/630

Actions (login required)

View Item View Item