M., Eti Wulanjari and Intan, Gilang C. and Cahyati, Setiani (2016) PERSEPSI PETANI PENANGKAR TERHADAP TEKNOLOGI PERBENIHAN PADI DAN KEBERLANJUTAN USAHANYA DI DESA PUCANGREJO, GEMUH, KENDAL. PROSIDING SEMNAS PERTANIAN 2016.
|
Text (Cover dan Daftar Isi)
Cover dan Daftar Isi.pdf Download (311kB) |
|
|
Text (Full Paper)
32. M. Eti Wulanjari.pdf Download (198kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani penangkar terhadap teknologi perbenihan padi yang diintroduksikan melalui kegiatan mandiri benih dan keberlanjutan usaha perbenihan setelah kegiatan pendampingan yang dilaksanakan BPTP Jawa Tengah selesai. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive/sengaja yaitu Desa Pucangrejo, Gemuh, Kendal yang merupakan lokasi kegiatan Mandiri Benih oleh BPTP Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2015. Pengambilan sampel dilakukan secara sensus yaitu semua petani kooperator/penangkar sejumlah 15 orang. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara diskriptif. Data yang diambil meliputi: 1) karakteristik responden yang meliputi umur, pendidikan terakhir, pengalaman berusaha tani dan kepemilikan lahan, 2) persepsi responden terhadap karakteristik teknologi perbenihan padi (keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, triabilitas, dan observabilitas), dan keberlanjutan usaha perbenihan padi yang dilakukan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata umur responden adalah 43,66 tahun dimana sebagian besar masih berpendidikan rendah (SD) sejumlah 60%. Keragaan persepsi responden terhadap karakteristik teknologi adalah sebagai berikut: 100% responden menyatakan bahwa teknologi perbenihan ini menguntungkan, sesuai dengan kebutuhan, mudah dicoba dan mudah untuk dilihat hasilnya. Sedangkan untuk kerumitan 66,67 % responden menyatakan tidak rumit, namun ada 33,33% responden yang menyatakan rumit. Setelah dikategorikan menjadi dua (tinggi/positif dan rendah/negatif) maka semua responden mempunyai persepsi yang positif terhadap teknologi perbenihan padi. Persepsi yang positif ini mendorong responden untuk terus melaksanakan kegiatan perbenihan walaupun pendampingan sudah selesai. Mereka sudah merasakan manfaatnya menjadi petani penangkar karena calon benih (Gabah Kering Panen) dihargai lebih tinggi dari hasil gabah (GKP) untuk konsumsi yaitu Rp. 200,- diatas harga gabah untuk konsumsi.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | persepsi, petani penangkar, karakteristik teknologi perbenihan padi |
| Subjects: | Seminar Nasional |
| Divisions: | Seminar Nasional > PERTANIAN > 2016 |
| Depositing User: | Super Admin Digilib |
| Date Deposited: | 06 May 2020 03:53 |
| Last Modified: | 06 May 2020 03:53 |
| URI: | http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/598 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
