PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA Glomus mossae TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI Sorghum bicolor (L.) Moench. KULTIVAR UPCA PADA KONDISI CEKAMAN KROM

Fiktor, Dawile and Sri, Kasmiyati (2016) PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA Glomus mossae TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI Sorghum bicolor (L.) Moench. KULTIVAR UPCA PADA KONDISI CEKAMAN KROM. PROSIDING SEMNAS PERTANIAN 2016.

[img] Text (Cover dan Daftar Isi)
Cover dan Daftar Isi.pdf

Download (311kB)
[img] Text (Full Paper)
26. Fiktor Dawile.pdf

Download (172kB)

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench merupakan tanaman serealia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Selain memiliki toleransi terhadap berbagai jenis cekaman lingkungan, tanaman sorgum juga memiliki berbagai kegunaan diantaranya sebagai bahan pangan, pakan dan industri. Salah satu kondisi cekaman yang dihadapi oleh tanaman sorgum adalah polutan logam berat, diantaranya krom (Cr). Simbiosis mikoriza dengan akar mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman logam berat. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh perlakuan mikorizaGlomus mossae terhadap perkecambahan biji dan pertumbuhan kecambah sorgum kultivar UPCA pada kondisi cekaman Cr heksavalen (Cr ). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, dengan 2 perlakuan yaitu perlakuan pemberian mikoriza sebanyak 5 g/100 g media tanam dan tanpa pemberian mikoriza (kontrol), dengan perlakuan masing-masing sebanyak 50 ulangan. Cekaman Cr 6+ diberikan dalam bentuk senyawa dikromat (K 2 Cr 2 O 7 ) sebesar 5 mg Cr 6+ 6+ /L. Perkecambahan dilakukan menggunakan media pasir steril dan disirami dengan larutan nutrien Hoagland. Perkecambahan biji dilakukan selama 7 hari. Parameter yang diamati meliputi jumlah biji yang berkecambah, panjang akar dan pucuk, serta bobot kering kecambah. Hasil penelitian menunjukkan pemberian mikoriza mempengaruhi secara nyata perkecambahan biji dan pertumbuhan kecambah sorgum kultivar UPCA pada kondisi cekaman Cr. Pada kondisi cekaman Cr , panjang akar dan pucuk, serta bobot kering kecambah sorgum yang diberi G. mossae menunjukkan hasil lebih tinggi dibandingkan tanpa G. mossae. Sebaliknya, persentase perkecambahan biji sorgum yang diinokulasi dengan G. mossae menunjukkan hasil lebih rendah dibandingkan dengan sorgum yang tanpa diinokulasi G. mossae, pada kondisi cekaman Cr6+.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: dikromat, VAM, Glomus mossae, Sorghum bicolor, perkecambahan
Subjects: Seminar Nasional
Divisions: Seminar Nasional > PERTANIAN > 2016
Depositing User: Super Admin Digilib
Date Deposited: 06 May 2020 02:27
Last Modified: 06 May 2020 02:27
URI: http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/592

Actions (login required)

View Item View Item