Mauliza, Fatwa Yusdian and Ahmad, Sirath Hadiyansah (2019) KAJIAN PEMANFAATAN SIG UNTUK PEMETAAN DAERAH RAWAN LONGSOR STUDI KASUS : KECAMATAN GUNUNG PATI KOTA SEMARANG. PROSIDING SEMINAR NASIONAL ILMU SOSIAL, LINGKUNGAN DAN TATA RUANG (SEMNAS ISLT) MANAJEMEN BENCANA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 5.0.
|
Text (Cover, Editorial Team, Daftar Isi)
Cover, Editorial Team, Daftar Isi.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Full Text)
17. Full Paper_Mauliza.pdf Download (944kB) |
Abstract
Wilayah Kecamatan Gunungpati merupakan kawasan lindung yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011-2031. Namun, sejak di pindahkannya kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES) dari Kecamatan Gajahmungkur ke Kecamatan Gunungpati Tahun 1990, Kecamatan Gunungpati mulai mengalami perubahan penggunaan lahan, dari penggunaan lahan pertanian berubah menjadi penggunaan lahan non pertanian. Topografi lahan yang berbukit disebagian besar wilayah Kecamatan Gunungpati memiliki tingkat kemiringan lereng yang beragam. Hal tersebut dapat memicu terjadinya bencana alam khususnya bencana tanah longsor. Penelitian dilakukan bertujuan untuk memetakan daerah rawan longsor dan klasifikasi daerah rawan longsor sebagai bentuk mitigasi bencana. Pemetaan memanfaakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan melakukan identifikasi lokasi rawan bencana dan pemodelan dengan cara tumpang susun (teknik overlay) berdasarkan karakteristik fisik wilayah berupa kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah dan curah hujan. Metode analisis didasarkan pada analisis keruangan yang membahas mengenai aspekaspek pada ruang tersebut. Hasil penelitian menghasilkan peta kerawanan bencana tanah longsor yang diklasifikasikan menjadi lima tingkatan yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Sebagian besar lokasi longsor berada pada daerah dengan tingkat kerentanan gerakan tanah sedang hingga sangat tinggi seperti di Kelurahan Sadeng, Kelurahan Ngijo, Kelurahan Sekaran, dll. Daerah berpenutup lahan berupa bangunan lebih rentan terhadap bencana tanah longsor dibanding dengan daerah pertanian atau lahan kosong.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bencana Tanah Longsor, Peta Risiko, SIG |
| Subjects: | Seminar Nasional |
| Divisions: | Seminar Nasional > GEOGRAFI > 2019 |
| Depositing User: | Super Admin Digilib |
| Date Deposited: | 22 Nov 2019 06:31 |
| Last Modified: | 22 Nov 2019 06:31 |
| URI: | http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/468 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
