Elza, Sundhani and Della, Caya Nur Syarifah and Lita, Ratriyana Zumrohani and Nunuk, Aries Nurulita (2019) EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN ADAM HAWA (Rhoeo discolor) DAN DAUN PUCUK MERAH (Syzygium campanulatum Korth.) DALAM MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR DENGAN PEMBEBANAN GLUKOSA. PEER REVIEW.
|
Text (Peer Review)
Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Adam Hawa (Rhoeo Discolor) dan Pucuk Merah (Syzygium Campanulatum Korth.) dalam Menurunkan Kadar Gula Darah pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar de.pdf Download (600kB) |
|
|
Text (Similarity)
Similarity-Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Adam Hawa (Rhoeo Discolor) dan Pucuk Merah (Syzygium Campanulatum Korth.) dalam Menurunkan Kadar Gula Darah pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar dengan Pembebanan Gluko.pdf Download (2MB) |
Abstract
Penderita diabetes melitus terus semakin meningkat seiring dengan pola hidup yang tidak seimbang. Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas normal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek ekstrak etanol daun adam hawa (Rhoeo discolor) dan daun pucuk merah (Syzygium campanulatum Korth.) terhadap penurunan kadar gula darah pada tikus putih jantan galur wistar yang dibebankan glukosa. Pada penelitian ini tikus jantan galur wistar dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol normal, kontrol positif (glibenklamida 0,6 mg/kg bb), kontrol negatif (CMC-Na), tiga kelompok ekstrak etanol daun adam hawa (dosis 100, 200, dan 400 mg/kg bb) dan tiga kelompok ekstrak etanol daun pucuk merah (dosis 300, 600, dan 1200 mg/kg bb. Data diperoleh dengan mengukur kadar gula darah tikus 30 menit setelah pemberian glukosa dan pada menit ke-30, 60, 90, dan 120 setelah perlakuan. Hasil uji penelusuran kandungan senyawa kimia menggunakan Kromatografi Lapis Lipis (KLT) dan pereaksi semprot menunjukkan adanya golongan senyawa flavonoid, alkaloid, dan terpenoid pada ekstrak daun adam hawa, sedangkan ekstrak etanol daun pucuk merah hanya mengandung flavonoid dan terpenoid. Hasil uji statistika menggunakan Anova dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara ekstrak daun adam hawa (dosis 200 dan 400 mg/kg bb) dan ekstrak daun pucuk merah (300 dan 600 mg/kg bb) dengan glibenklamida (0,6 mg/kg bb) dalam aktivitasnya untuk menurunkan kadar glukosa darah tikus. Dosis rendah (100 mg/kg bb) pada adam hawa dan dosis tinggi pada pucuk merah (1200 mg/kg bb) tidak menunjukkan efek hipoglikemik pada tikus. Ekstrak adam hawa dan pucuk merah diduga mempunyai aktivitas antidiabetik yang tergantung dosis (dose dependent).
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ekstrak etanol, glukosa, Rhoeo discolor, Syzygium campanulatum Korth |
| Subjects: | Artikel Jurnal |
| Divisions: | Artikel Jurnal |
| Depositing User: | Super Admin Digilib |
| Date Deposited: | 28 Oct 2019 08:07 |
| Last Modified: | 14 Sep 2022 03:26 |
| URI: | http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/439 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
