PEPENERAPAN CONCREATE JACKETTING SEBAGAI UPAYA PERKUATAN PILAR JEMBATAN KR. IDI RAYEUK TERKAIT PERUBAHAN PERATURAN PEMBEBANAN UNTUK JEMBATAN

Meillyta, Meillyta and Munawir, Munawir and KCS, Zein (2018) PEPENERAPAN CONCREATE JACKETTING SEBAGAI UPAYA PERKUATAN PILAR JEMBATAN KR. IDI RAYEUK TERKAIT PERUBAHAN PERATURAN PEMBEBANAN UNTUK JEMBATAN. PROSIDING SNTT-VI (SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI TERAPAN). ISSN 2339-028x

[img] Text (COVER)
COVER DAN DAFTAR ISI.pdf

Download (543kB)
[img] Text (FULL TEXT)
33. PENERAPAN METODE CONCRETE JACKETTING(November 2018).pdf

Download (1MB)

Abstract

Artikel ini memaparkan hasil kajian perkuatan pilar jembatan kr.Idi Rayeuk yang dibangun pada tahun 1981 dan dievaluasi kapasitas daya dukungnya terhadap perubahan peraturan SNI 1725:2015 tentang Pembebanan untuk Jembatan dan RSNI3 2833:201X tentang Perancangan Jembatan terhadap Beban Gempa yang merupakan penyempurnaan dari SNI 2833:2008. Jembatan yang ditinjau terletak pada Jalan Nasional Lintas Timur, terdiri dari jembatan rangka baja Calender Hamilton (CH) sepanjang 42,6 m dan sisanya dihubungkan dengan gelagar baja komposit dari pilar ke abutment arah Pereulak dengan panajang total jembatan 62 meter. Berdasarkan hasil assessment visual terlihat selimut beton pada pilar telah terkelupas dan sebagian baja tulangannya mengalami korosi. Diperkirakan bahwa pilar jembatan perlu mendapat penanganan terkait kebutuhan kapasitas layan dan ultimit serta proteksi terhadap bahaya korosi. Kebutuhan perkuatan pilar ini menjadi semakin penting untuk dilakukan karena adanya perubahan pembebanan yang bekerja pada jembatan, terutama terkait muatan dari kendaraan yang melintasinya dan beban gempa yang diperhitungkan semakin besar. Pada analisa kapasitas pilar ini dilakukan pemodelan pilar jembatan dengan penerapan metode perbesaran tampang (enlargement) menggunakan selubung beton (concrete jacketing) setebal 125 mm atau dan memperhitungkan beban- beban yang diprediksi bekerja pada jembatan kr.Idi Rayeuk. Perubahan dimensi kolom pilar dari diameter kolom awal 2 m menjadi 2,25 m dengan rekomendasi penambahan tulangan longitudinal adalah D16-200 dan tulangan geser berupa sengkang melingkar D13-150 pada area kolom yang diperkuat (strengthened), dimana selimut beton setebal 70 cm dengan mutu beton pada analisis pier diperhitungkan f’c=20 MPa dan tulangan eksisting diabaikan. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa penerapan metode concrete jacketting ini mampu meningkatkan kapasitas lentur dan geser secara bersamaan. Pada penerapan metode ini disarankan menggunakan mutu yang lebih tinggi (f’c= 30 MPa) pada dinding selubung beton sehingga juga dapat memproteksi perambatan dan pertumbuhan korosi pada tulangan eksisting kolom yang diselubunginya.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: pilar, concrete jacketing, korosi, kapasitas aksial, kapasitas lentur, kapasitas geser
Subjects: Seminar Nasional
Divisions: Seminar Nasional > SNTT VI
Depositing User: Super Admin Digilib
Date Deposited: 02 May 2019 06:38
Last Modified: 02 May 2019 06:38
URI: http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/230

Actions (login required)

View Item View Item