Pengaruh Konseling Apoteker terhadap Manajemen Rawat Mandiri dan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di Puskesmas Wilayah Purwokerto

Galistiani, Githa Fungie and Putriana, Nabella and Wibowo, Much Ilham Novalisa Aji (2018) Pengaruh Konseling Apoteker terhadap Manajemen Rawat Mandiri dan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di Puskesmas Wilayah Purwokerto. KONGRES XX & PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN IKATAN APOTEKER INDONESIA 2018.

[img] Text (COVER)
COVER DAN DAFTAR ISI EDITOR.pdf

Download (1MB)
[img] Text (FULL TEXT)
Pengaruh Konseling Apoteker terhadap Manajemen Rawat Mandiri dan Kepatuhan Minum Obat Pasie.pdf

Download (569kB)

Abstract

Latar Belakang : Apoteker di Puskesmas berperan penting dalam upaya pengendalian dan keberhasilan terapi pasien hipertensi. Konseling Apoteker kepada pasien hipertensi sangat strategis untuk mendorong peranan aktif apoteker dalam membantu terapi pasien hipertensi. Manajemen rawat mandiri dan kepatuhan minum obat merupakan outcomes (luaran) yang diharapkan dari proses terapi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh konseling apoteker terhadap keberhasilan terapi pasien hipertensi dengan parameter manajemen rawat mandiri dan kepatuhan minum obat. Metode : Desain penelitian observasional dengan pretest-postest digunakan dalam penelitian ini. Konseling Apoteker tentang manajemen rawat mandiri dan kepatuhan minum obat, dibawah koordinasi Apoteker Puskesmas masing-masing, dengan pasien 42 orang di semua Puskesmas penelitian yang dilaksanakan mulai bulan Januari sampai dengan Maret 2018. Kuesioner digunakan untuk mengukur manajemen rawat mandiri kemudian pill count digunakan untuk mengukur kepatuhan minum obat. Hasil Penelitian : Hasil analisis menunjukan ada hubungan yang signifikan antara konseling apoteker dengan manajemen rawat mandiri nilai (p value< 0.05). Hasil penelitian ini memberikan informasi umum yang berkaitan dengan faktor manajemen rawat mandiri pada penderita hipertensi dewasa. Selanjutnya dari hasil penelitian kepatuhan minum obat pasien dapat disimpulkan bahwa 32 responden (76%) memiliki kepatuhan tinggi dan 10 responden (24%) memiliki kepatuhan yang rendah. Kesimpulan : Konseling Apoteker di Puskesmas mampu meningkatkan manajemen rawat mandiri dan kepatuhan minum obat pasien hipertensi sehingga pelayanan konseling ini sebaiknya diaplikasikan secara berkesinambungan pada semua tempat pelayanan praktek kefarmasian.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Konseling, apoteker, kepatuhan minum obat, manajemen rawat mandiri, hipertensi
Subjects: Artikel Prosiding
Divisions: Artikel Prosiding
Depositing User: Super Admin Digilib
Date Deposited: 15 Apr 2019 00:26
Last Modified: 15 Apr 2019 00:26
URI: http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/196

Actions (login required)

View Item View Item