Penguatan Ketrampilan Abad 21 melalui Pembelajaran Mitigasi Bencana Banjir (Studi Kasus: Pembelajaran Non Formal Anak-anak Bantaran Bengawan Solo di Desa Nusupan)

Prihadi, Singgih (2017) Penguatan Ketrampilan Abad 21 melalui Pembelajaran Mitigasi Bencana Banjir (Studi Kasus: Pembelajaran Non Formal Anak-anak Bantaran Bengawan Solo di Desa Nusupan). Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Geografi FKIP UMP 2017.

[img] Text (Cover, Kata Pengantar, Daftar Isi)
00. Cover, Kata Pengantar, Daftar Isi Prosiding Geografi 2017.pdf

Download (376kB)
[img] Text (Full Text)
8. Singgih Prihadi.pdf

Download (48kB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan dilatarbelakangi adanya keunikan perilaku anak-anak bantaran Bengawan Solo yang memiliki kemampuan spasial secara alami dalam mitigasi bencana banjir. Anak-anak begitu tenang menghadapi bencana banjir. Anak-anak di Desa Nusupan Surakarta memiliki naluri untuk menyelamatkan diri ketika banjir terjadi, bahkan mereka mengenal tanda-tanda akan terjadi banjir. Peneliti tertarik untuk mengetahui kemampuan spasial alami mereka melalui membaca peta sehingga mampu untuk berpikir kritis, mengkomunikasikan, kreativitas, dan kolaborasi dalam mitigasi bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dimana peneliti terjun langsung berinteraksi dengan anak-anak Desa Nusupan, kemudian dilakukan diskusi dan survey lokasi rawan banjir, dimana anak-anak secara berkelompok dibekali peta desa mereka tanpa diajari cara membacanya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di Desa Nusupan. Sampel penelitian adalah anak-anak usia sekolah kelas 4, 5, 6 SD dan 1 SMP. Validitas data yang digunakan adalah peer debreefing dan external auditor. Analisis data yang digunakan menggunakan model Spradley dimana dalam penelitian ini tidak terlepas dari keseluruhan proses pengamatan deskriptif, pengamatan terfokus, dan diakhiri dengan analisis holistik objek yang diteliti. Hasil penelitian diketahui bahwa 1) Anakanak bantaran Bengawan Solo di Desa Nusupan memilik kemampuan spasial yang baik meskipun mereka belum belajar membaca peta mitigasi bencana;2) Anak-anak bantaran Bengawan Solo di Desa Nusupan memiliki kemampuan 4C (Critical Thinking, Creative, Communication, Colaboration) yang baik setelah dilakukan pembelajaran non formal dan ini sangat mendukung kemampuan ketrampilan Abad 21 yang diprogramkan di sekolah formal.

Item Type: Article
Subjects: Seminar Nasional
Divisions: Seminar Nasional > GEOGRAFI > 2017
Depositing User: Super Admin Digilib
Date Deposited: 29 Aug 2022 07:07
Last Modified: 29 Aug 2022 07:07
URI: http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/1216

Actions (login required)

View Item View Item