Hartono, Hartono and Purwanto, Taufik Hery (2017) Peran Teknologi Informasi Geografi untuk Penguatan Ilmu Geografi di Abad 21. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Geografi FKIP UMP 2017.
|
Text (Cover, Kata Pengantar, Daftar Isi)
00. Cover, Kata Pengantar, Daftar Isi Prosiding Geografi 2017.pdf Download (376kB) |
|
|
Text (Full Text)
2. Hartono.pdf Download (4MB) |
Abstract
Dewasa ini informasi geografi makin penting peranannya dalam pembangunan nasional.Pembelajaran geografi memperoleh posisi yang menonjol dalam kontelasi kelestarian alam dan dinamika peradapan yang diwarnai dengan informasi geografi, yang mencakup sumberdaya alam, buatan, lingkungan dan kebencanaan. Pembelajaran di abad 21 dengan perkembangan teknologi telah meningkat dengan ciri informasi, otomasi, komunikasi dan komputasi. Informasi melimbah sehingga sumberbelajar mudah diakses. Komunikasi memungkinkan kerjasama dan kolaborasi. Otomasi mulai menggeser kerja manul dengan penggunaan mesin. Komputasi mendoroang anak didik bersikap analitis inovatif dan adaptif. Terbentuknya informasi geografi dalam basisdata geografi (geodatabase) guna mendukung pembelajaran di abad 21 adalah penerapan Teknologi Informasi Geografi (TIG), antara lain dengan teknologi Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografi (SIG) dan Global Positioning System (GPS). TIG semakin berkembang dalam hal teknik dan aplikasinya di bidang Geografi,terutama untuk kajian sumberdaya alam dan lingkungan hidup, pengembangan wilayah, dan kebencanaan. Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan guna mendukung ketahanan pangan, energi, wilayah, dan kelautan, memerlukan data dan informasi tentang potensi,distribusi, kualitas sumberdaya alam dan buatan yang relevan dengan tujuan tersebut. Dalam hal ini peran teknologi informasi geografi bagi pembangunan nasional sangat besar dan penting, karena sebagian kementerian kita, bekerja dengan wilayah Geografi sebagai dasar pengelolaannya. Pengelolaan wilayah membutuhkan data dan informasi geospasial hasil dari TIG. Peran TIG bagi penguatan ilmu Geografi sangat bervariasi, yang mencakup 5M (measurement, mapping, monitoring, modeling, dan management). Aspek morfometri wilayah (timbunan pasir Gunungapi Merapi, Volume genangan air dalam DAS, jumlah hotspot kebakaran hutan, dll) dapat disajikan dengan baik. Inventarisasi, pemetaan dan survei data tentang sumberdaya lahan dan laut, pemantauan perubahan hutan, sawah menjadi lahan terbangun, pemilihan letak site selection lahan untuk budidaya industri dan jasa (ecotourism, kawasan pertambangan) dan budidaya laut (teripang, rumput laut, mutiara) dapat dilakukan dengan data geospasial. Pengelolaan wilayah untuk peningkatan produksi pangan dan transportasi laut; dan konservasi sumberdaya yg berkelanjutan, dapat disajikan melalui produk TIG. Tampilan virtual dan augmented reality termasuk perkembangan mutakhir manfaat TIG dalam pembelajaran dan penguatan ilmu Geografi.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Seminar Nasional |
| Divisions: | Seminar Nasional > GEOGRAFI > 2017 |
| Depositing User: | Super Admin Digilib |
| Date Deposited: | 29 Aug 2022 06:35 |
| Last Modified: | 29 Aug 2022 06:35 |
| URI: | http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/1210 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
