Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Menggunakan Model Problem Based Learning pada Siswa Kelas VIII F SMP Negeri 2 Purwokerto

Kusmijati, Neneng (2016) Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Menggunakan Model Problem Based Learning pada Siswa Kelas VIII F SMP Negeri 2 Purwokerto. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Geografi FKIP UMP 2016.

[img] Text (Cover, Prakata, Daftar Isi)
0. Cover, Prakata, Daftar Isi.pdf

Download (353kB)
[img] Text (Full Text)
9. Neneng Kusmijati.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis pada sub tema: “Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam (SDA) dalam Pembangunan Nasional”, dengan model Problem Based Learning. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Purwokerto. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VIII F SMP Negeri 2m Purwokerto tahun ajaran 2015/2016, sejumlah 29 siswa yang terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 16 siswa wanita. Objek penelitian ini adalah kemampuan berfikir kritis siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)menggunakan model Problem Based Learning. Desain penelitiannya menggunakan model Spiral Kemmis & Mc Taggart yang meliputi 4 tahap pada setiap siklus, yaitu tahap perencanan (plan), tahap tindakan (act), tahap pengamatan (observe), dan tahap refleksi (reflect). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes kemampuan berpikir kritis, catatan lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menelaah seluruh data kualitatif yaitu catatan lapangan, dokumentasi dan menghitung data kuantitatif dengan menggunakan persentase kemampuan berpikir kritis yaitu hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran guru dan siswa dan hasil tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS menggunakan model Problem Based Learning yang dilakukan dengan mengorientasi-kan siswa pada masalah, mengorganisasi siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, mengembangkan karya dan menyajikan hasil karya serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah terlaksana secara baik. Hal ini terbukti dengan nilai kemampuan berpikir kritis siswa pada tiap siklus mengalami peningkatan. Berdasarkan data hasil kemampuan berpikir kritis pada siklus I dan siklus II diketahui nilai persentase pada siklus I pertemuan 1 kemampuan berpikir kritis cukup baik 3,45% (1 siswa)dan kurang baik 96,55% (28 siswa), pada siklus I pertemuan 2 kemampuan berpikir kritis baik 6,90% (2 siswa), cukup baik 55,17% (16 siswa), dan kurang baik 37,93% (11 siswa). Pada siklus II pertemuan 1 kemampuan berpikir kritis siswa baik sekali 6,90% (2 siswa), baik 68,97% (20 siswa), dan cukup 24,13% (7 siswa), pada siklus II pertemuan 2 kemampuan berpikir kritis siswa baik sekali 13,79% (4 siswa), baik 75,86% (22 siswa), dan cukup 10,35% (3 siswa),. Berdasarkan hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa model Problem Based Learning (PBL)dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mengikuti pelajaran IPS.

Item Type: Article
Subjects: Seminar Nasional
Divisions: Seminar Nasional > GEOGRAFI > 2016
Depositing User: Super Admin Digilib
Date Deposited: 22 Aug 2022 02:31
Last Modified: 22 Aug 2022 02:31
URI: http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/1193

Actions (login required)

View Item View Item